Mengubah SKP dari formalitas menjadi alat peningkatan layanan
Di banyak organisasi, Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) sering dipahami sebagai dokumen tahunan. Padahal, jika dikelola benar, SKP adalah alat manajemen untuk memastikan pekerjaan harian selaras dengan tujuan institusi. BPKKU UBB dapat mendorong budaya kerja yang terukur: target jelas, peran jelas, dan hasil kerja dapat dipantau tanpa menunggu akhir tahun.
1) Apa yang membuat SKP bermakna
- Spesifik: pekerjaan terdefinisi jelas, bukan kalimat umum.
- Terukur: ada target angka atau standar mutu.
- Relevan: nyambung dengan layanan dan kebutuhan unit.
- Berbatas waktu: ada tenggat atau periode evaluasi.
2) Contoh indikator yang cocok untuk layanan biro
Indikator tidak harus rumit. Untuk layanan perencanaan, keuangan, kepegawaian, dan umum, indikator yang sering efektif adalah:
- Ketepatan waktu verifikasi dokumen (misalnya 1–3 hari kerja sesuai standar internal).
- Persentase dokumen lengkap pada pengajuan pertama (mengurangi bolak-balik koreksi).
- Waktu layanan rata-rata per jenis layanan (pembayaran, surat, disposisi, dan sebagainya).
- Jumlah perbaikan temuan administrasi (trend menurun menandakan perbaikan proses).
3) Monitoring berkala: lebih baik 12 kali kecil daripada 1 kali besar
Perbaikan kinerja lebih cepat jika monitoring dilakukan berkala. BPKKU bisa mendorong pola sederhana: cek bulanan atau per triwulan. Tujuannya bukan mencari kesalahan, tetapi memetakan hambatan paling sering muncul: berkas kurang lengkap, alur persetujuan terlalu panjang, atau ketidakjelasan standar dokumen.
4) Menguatkan coaching dan umpan balik
Budaya kerja tidak terbentuk dari template, tetapi dari kebiasaan. Umpan balik singkat namun rutin membuat pegawai paham apa yang harus diperbaiki. BPKKU dapat menyediakan panduan internal yang rapi: daftar kelengkapan dokumen, contoh format yang benar, dan alur proses yang mudah dipahami unit kerja.
5) Disiplin dan etika kerja sebagai fondasi
Pengelolaan kinerja juga terkait disiplin kerja. Standar kehadiran, kepatuhan jam kerja, ketepatan penyelesaian tugas, dan etika layanan adalah bagian penting dari kualitas biro. Ketika fondasi ini kuat, pengembangan kompetensi menjadi lebih mudah karena sistemnya sudah tertib.
Penutup
Manajemen kinerja yang baik membantu biro bekerja lebih profesional dan transparan. Dengan SKP yang jelas, monitoring berkala, dan budaya umpan balik, BPKKU UBB dapat meningkatkan kualitas layanan sekaligus meningkatkan kepuasan unit kerja yang dilayani.
